Mode Gelap
Image
Selasa, 21 April 2026
Logo

Jadi Ajang Try Out O2SN, 24 Sekolah Ramaikan Panjat Tebing JD Cup

Jadi Ajang Try Out O2SN, 24 Sekolah Ramaikan Panjat Tebing JD Cup
Dua perwakilan dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners, Budi Waluyo, Ketua panitia lomba JD Cup bersama altet panjat tebing dari YPPI 2.

SURABAYA (BM) - Dinding panjat SMA YPPI 2 Surabaya tak sepi, Minggu (19/4/2026). Tak seperti biasanya, hari ini puluhan pelajar silih berganti menaklukkan jalur lead dalam ajang JD Cup. Total 24 sekolah ambil bagian. Rinciannya, 18 SMP dan 6 SMA se-Surabaya.

Budi Waluyo, Ketua panitia lomba JD Cup menyebut bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba. Ajang tersebut menjadi upaya menghidupkan kembali ekstrakurikuler panjat tebing di sekolah. “Acara lomba lead climbing ini diselenggarakan oleh JD Cup untuk kegiatan lomba setiap tahun agar meningkatkan gairah anak-anak SMP, SMA, khususnya ekstrakurikuler agar hidup kembali,” ujarnya ditemui di sela-sela lomba.

Nomor yang dipertandingkan pada JD Cup yakni lead top rope untuk kategori SMP dan SMA, putra maupun putri. JD sendiri diambil dari nama klub panjat tebing yang menjadi wadah pembinaan atlet pelajar.

Meski baru dirintis sekitar setahun, klub panjat tebing yang berbasis di lingkungan YPPI 2 ini mulai mencatat hasil. “Yang YPPI di sini pernah Unesa Cup juara di boulder, terus di Wiyung itu Kampret Gym, terus di Mythical, terus di Pixius, Climb Up,” beber Budi.

Dari sisi pembinaan, tren panjat tebing di Surabaya disebut terus naik. Perwakilan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Surabaya, R.Widjang D.R menyebut minat pelajar semakin luas, bahkan sudah menyentuh usia dini. “Selama ini perkembangannya sudah mulai marak, karena dari tingkat usia dini dari umur 7 sampai junior umur 19 sudah ada kejuaraannya masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan, kompetisi ini juga punya fungsi strategis. Yakni sebagai ajang uji coba menjelang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kota yang akan digelar Mei mendatang. “Ini kebetulan bulan depan itu kan ada seleksi O2SN di tingkat kota. Jadi nanti di tingkat SMP dan SMA, ini sebagai ajang try out dari sekolah-sekolah yang mengikuti kejuaraan di sini,” tambahnya.

Di sisi teknis, atlet nasional Fatur Roji yang menjadi route setter alias pembuat jalur panjat tebing JD Cup menjelaskan, kompetisi seperti ini sangat penting untuk memancing minat pelajar. “Kejuaraan seperti ini akan menumbuhkan bakat minat dan merangsang siswa-siswa pelajar untuk mengenal olahraga panjat tebing. Jadi bisa lebih banyak proses untuk berprestasi semakin tinggi,” ujarnya.

Roji menambahkan, pembinaan atlet usia pelajar perlu diperkuat sejak dini melalui banyaknya kejuaraan seperti JD Cup ini. “Harapan ke depannya ya semoga semakin banyak orang-orang loyal untuk membina atlet-atlet climbing, apalagi yang dari SMP ataupun SMA karena di usia-usia segitu kan sudah mulai muncul bakat minat,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pihak penggagas dan pendukung kegiatan JD Cup yakni Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners. Mahendra Suhartono yang mewakili pihak tersebut menyebut, kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian sekaligus wadah pengembangan prestasi non-akademik. “Kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat dan motivasi bagi adik-adik SMP dan SMA supaya tetap menggali prestasi non-akademik,” tuturnya.

Ia memastikan dukungan tidak berhenti di sini. Atlet panjat tebing berbakat dan berprestasi yang lahir dari sekolah YPPI akan didorong hingga level lebih tinggi. “Nanti apabila ada bibit-bibit yang berprestasi di sekolah ini, kami dengan senang hati akan mendukung sampai ke kancah nasional maupun internasional,” tandasnya.

Ia menyebut ajang ini juga sebagai bentuk pengabdian Johanes Dipa Widjaja sebagai alumni yang dulu pernah bersekolah di YPPI. “Kami ucapkan terima kasih kepada SMA YPPI 2 karena sudah memfasilitasi acara ini sehingga berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (arf/tit)

Komentar / Jawab Dari